Tuduhan “Bilik Asmara” di Rutan Labuhan Deli Dinilai Fitnah Keji, Warga Binaan dan Keluarga Justru Angkat Topi atas Kinerja Karutan Eddy Junaedi

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:00 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHAN DELI

Tuduhan miring yang menyeret nama Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Labuhan Deli, Eddy Junaedi, terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyediaan fasilitas mewah berbayar bagi warga binaan, dinilai sebagai fitnah keji, tidak berdasar, dan sarat muatan hoaks.

Hasil penelusuran lapangan serta pengakuan langsung dari sejumlah warga binaan aktif, mantan warga binaan, hingga keluarga mereka, Rabu (28/01/2026), justru menunjukkan fakta yang berbanding terbalik 180 derajat dengan narasi yang beredar di salah satu media daring tersebut.

Alih-alih menemukan praktik “bilik asmara” atau fasilitas mewah sebagaimana dituduhkan, para warga binaan mengaku merasakan pembinaan ketat, disiplin tinggi, serta program rehabilitasi mental dan keterampilan kerja yang konsisten diterapkan selama kepemimpinan Eddy Junaedi.

“Kalau memang ada kamar mewah dan fasilitas maksiat seperti yang dituduhkan, mustahil kami bisa dibina dengan aturan seketat ini. Kami justru diajarkan ilmu agama, disiplin, kerja, dan tanggung jawab,” ujar salah seorang mantan warga binaan yang kini telah bekerja di sektor swasta dan diterima baik di lingkungan masyarakat.

Testimoni serupa juga disampaikan keluarga warga binaan yang menilai Rutan Labuhan Deli saat ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Mereka menilai pendekatan pembinaan yang diterapkan bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar membentuk karakter dan kesiapan warga binaan saat kembali ke masyarakat.

“Kami sebagai keluarga justru sangat berterima kasih. Anak kami masuk dengan kondisi mental yang buruk, keluar dengan keterampilan dan pola pikir yang jauh lebih baik. Tuduhan itu sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang kami alami,” ungkap salah satu orang tua warga binaan.

Para mantan warga binaan bahkan menyebut kepemimpinan Eddy Junaedi sebagai masa pembinaan paling manusiawi namun tegas, yang berhasil “merekarnasi” mereka dari individu bermasalah menjadi pribadi produktif.

Banyak dari mereka kini telah bekerja, membuka usaha kecil, dan kembali diterima di tengah masyarakat tanpa stigma berlebihan.

Narasi yang menyebut adanya setoran, kamar berbayar, hingga penyelundupan wanita penghibur dinilai tidak disertai bukti konkret, hanya berdasarkan asumsi dan klaim sepihak tanpa verifikasi lapangan yang memadai.

Bahkan, sejumlah warga binaan menyebut isu tersebut sebagai upaya sistematis untuk menggiring opini publik dan merusak reputasi institusi pemasyarakatan.

“Kami heran, dari mana cerita itu muncul. Di dalam kami diawasi, kegiatan terjadwal, HP dilarang keras. Tuduhan ini jelas mengada-ada dan mencederai upaya pembinaan yang sedang berjalan baik,” ujar warga binaan lainnya.

Keluarga warga binaan menilai pemberitaan sepihak semacam ini sangat berbahaya karena dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga pemasyarakatan yang sejatinya tengah berbenah dan fokus pada fungsi rehabilitatif, bukan semata penghukuman.

Mereka berharap publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum teruji kebenarannya dan menilai suatu isu secara utuh berdasarkan fakta lapangan, bukan narasi sensasional.

“Kami yang merasakan langsung dampaknya. Jadi kami tahu, mana fakta dan mana fitnah,” tegas salah satu keluarga warga binaan.

Dengan banyaknya kesaksian positif dari warga binaan dan keluarga, tudingan yang dialamatkan kepada Karutan Labuhan Deli Eddy Junaedi dinilai tidak hanya keliru, tetapi juga mencemarkan nama baik, serta berpotensi mengganggu proses pembinaan yang telah berjalan efektif dan berdampak nyata bagi reintegrasi sosial warga binaan.(AVID)

Berita Terkait

Melalui Musyawarah Istimewa Bakomubin Menjadi Harakah Bakomubin
H. Hasan Basri Berikan Pembekalan Manasik Haji Nasional Calon Jamaah Tapos Depok
‎Muniruddin Ritonga Serap Aspirasi Warga Natambang Roccitan dalam Reses II DPRD Sumut
Jelang Ramadhan 1447 H, Keluarga Almarhum Djamaan Kasirah Lakukan Ziarah, Doa dan Tabur Bunga di TPU Jalan Sutomo Ujung
Menko Polkam: Guru Hebat Penentu Masa Depan Bangsa
Gema Salawat dan Tradisi Munggahan Warnai Persiapan Ramadhan di Rutan Perempuan Kelas IIA Medan
‎Muniruddin Ritonga Serap Aspirasi Masyarakat Soal Jalan, Irigasi, dan BPJS di Tapanuli Selatan
Persiapan Milad ke 40 PB ISMI Sudah Mantaf, Pengurus dan Anggota Diharap Hadir dan Memeriahkan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:59 WIB

Как управлять финансами в азартных играх советы от Pinup

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:40 WIB

Как начать свою увлекательную карьеру в казино советы для новичков

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:47 WIB

Casino etiketi pin-up-da uğurlu oyun üçün əsas qayda

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:01 WIB

Эффективные методики казино как Pinco casino увеличивает ваши шансы на выигрыш

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:41 WIB

Consejos infalibles para maximizar tus ganancias en el casino

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:15 WIB

Çevrimiçi oyunlar mı yoksa fiziksel kumarhaneler mi daha avantajlı

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:07 WIB

Gestión financiera en el juego Cómo Fortune Tiger slot te ayuda a ganar y no perder

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:13 WIB

Qumar asılılığını anlamaq sağlam psixologiya üçün bələdçi

Berita Terbaru

1xbet-apk-ph.com

Top 10 Sports Betting Apps 2026 Features, Bonuses, & More24

Selasa, 17 Feb 2026 - 23:41 WIB